Senin, 11 April 2011

Mengapa Anak Perlu Belajar Menggambar ?

Mungkin, di antara kita para orangtua, masih ada yang menganggap bahwa belajar menggambar untuk anak-anak adalah sebuah kegiatan khusus bagi mereka yang berminat pada seni lukis, atau yang secara umum dikatakan bahwa ia ‘berbakat’. Dewasa ini banyak orangtua yang mengikutkan anak-anaknya pada kursus atau ekskul menggambar. Beberapa dari para orangtua mempunyai pandangan bahwa keterampilan menggambar dapat berguna di kemudian hari bagi karier putra-putri mereka. Misalnya, berkarier di dunia desain. Alasan seperti ini cukup tepat dan baik.


Ada pula orangtua yang ingin keterampilan anak mereka berkembang ke arah perkembangan mental, yaitu dengan mengikutsertakan anak pada perlombaan-perlombaan guna menguji keberanian dan semangat berkompetisi, syukur-syukur menang. Hal ini pun tidak buruk. Namun sebaiknya janganlah menjadi ambisi orangtua semata.


Kalau kita amati, ketika seorang anak belajar menggambar ternyata banyak latihan-latihan yang dapat mendukung perkembangan mereka, selain keterampilan ada pula manfaatnya bagi perkembangan emosi mereka. Sekarang marilah kita bahas lebih mendalam mengenai manfaat-manfaat dari belajar menggambar dan hubungannya dengan perkembangan seorang anak, baik dari segi keterampilan dan perkembangan emosi.

Empat aspek belajar menggambar

Ketika seorang anak belajar menggambar, akan terjadi sebuah aktivitas atau sebuah proses pembelajaran yang mencakup indera penglihatan, pikiran, mental dan fisik anak tersebut. Masing-masing proses itu berhubungan dengan perkembangan keterampilan dan mentalnya.

Untuk memperjelas, proses tersebut dibagi menjadi empat aspek, yaitu:


1. Aspek visual, yaitu kemampuan visual anak yang berkembang ketika mereka berlatih menggambar dengan seorang pembimbing. Aspek ini meliputi:



* Kemampuan merekam

Ketika seorang anak belajar menggambar, kemampuan pertama yang dilatih adalah kemampuan visualnya, yaitu kemampuan seorang anak untuk merekam sebuah obyek/bentuk yang dilihat. Seorang anak yang menggambar dari hasil ingatan penglihatan dia adalah ciri-ciri anak yang cerdas. Ia akan berkembang menjadi anak yang mampu memvisualkan sebuah ide, mengungkapkannya dalam bentuk gambar.

* Kemampuan membedakan bentuk, jarak dan proporsi

Dalam belajar menggambar seorang belajar membedakan sebuah bentuk dan melihat obyek-obyek dengan ukuran berbeda hal ini berkaitan dengan jauh-dekatnya obyek-obyek tersebut dalam pandangan. Selanjutnya, mereka akan dilatih melihat sebuah obyek secara proporsional bentuk dan ruang.

* Kepekaan terhadap warna

Dalam belajar menggambar seorang anak juga akan berkenalan dengan warna-warna beserta teknik-teknik pewarnaannya. Dengan latihan mengenal warna seorang anak akan belajar terbiasa dengan penampilan yang selalu berwarna, hal ini berpengaruh pada selera terhadap keindahan-keindahan. Serta mereka akan belajar tentang hamonisasi.


2. Aspek pengetahuan, yaitu pengetahuan tentang teknik-teknik menggambar.

Dalam belajar menggambar, seorang anak akan diperkenalkan pada teknik-teknik menggambar. Teknik-teknik dalam menggambar adalah pengetahuan yang diperlihatkan kepada anak. Pelatih mengajak dan melatih teknik ini sehingga anak tersebut menjadi terampil menerapkan pengetahuannya ketika bekerja.


3. Aspek mental, yaitu kemampuan untuk mengelola berbagai perasaan dan keinginan yang ada dalam dirinya demi mencapai tujuan tertentu. Aspek Mental yang berkembang dalam latihan menggambar meliputi:

* Konsentrasi

Seorang anak yang belajar menggambar akan terasah konsentrasinya secara alami. Ketika ia sedang mewarnai misalnya, ia akan berusaha mewarnai sudut-sudut gambar dengan tekun. Ia pun akan termotivasi untuk menyelesaikan lukisannya dengan hasil yang baik. Konsentrasi adalah proses pemusatan perhatian pada satu obyek atau satu pekerjaan. Konsentrasi akan membantu seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan hasil yang maksimal. Hal ini sangatlah baik bagi kehidupan. Lihatlah bangunan-bangunan yang megah berdiri, tentulah dirancang dan dibangun melalui konsentrasi. Secara mental, seseorang yang mempunyai daya konsentrasi baik juga akan merasa lebih tenang. Ini adalah manfaat positif dari latihan konsentrasi.

* Kesabaran dan daya tahan


Kesabaran adalah kekuatan mental yang baik. Tentu yang dimaksud dengan sabar di sini bukanlah diam menunggu. Seseorang dapat dikatakan sebagai orang sabar, bila mempunyai ciri sikap yang tidak mudah menyerah, mau mencoba dan jika gagal ia akan mau mencoba lagi dan terus mencoba (gigih). Namun, janganlah dilupakan bahwa salah satu faktor kesabaran adalah konsentrasi. Kesabaran seorang anak dilatih melalui latihan konsentrasi. Juga ketika ia berusaha untuk menggambar dengan sebaik-baiknya, bukan asal jadi. Kesabaran juga dilatih ketika mereka menerima hasil yang tidak memuaskan, namun pelatih memberi dorongan untuk mencoba lagi. Kesabaran di sini lebih condong kepada sikap tabah.

Daya tahan adalah semacam kekuatan mental (ulet), tahan bekerja lama, tidak mudah mengeluh dan (termasuk) semangat atau antusiasme. Walau salah satu faktor daya tahan seorang anak adalah faktor fisik atau asupan gizi, tapi daya tahan dapat dilatih atau dibiasakan. Kita semua mungkin setuju jika anak-anak walaupun masih kecil harus mulai diasah daya tahannya. Bahkan anak-anak yang sedang bermain seperti berlari atau melompat, bermain bola atau bermain yang lain mereka juga tentu memerlukan daya tahan.



4. Aspek motorik, yaitu kecepatan, kelenturan dan kekuatan

Ketika berlatih menggambar, motorik seorang anak yang berkembang adalah gerak otot, khususnya otot-otot halus anak yang berada di sekitar pergelangan tangan serta jari-jari. Aspek fisik ini berpengaruh terhadap mental dan keterampilan anak dalam menggambar. Semakin anak terampil ia akan semakin percaya diri.


Aspek-aspek dalam menggambar ini ternyata merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Tentulah kita sebagai orangtua menginginkan anak-anak kita menjadi anak yang cemerlang sehingga kelak menjadi orang yang berhasil dan berguna. Seorang anak akan merasa senang jika ia dapat menciptakan buah karyanya sendiri, apalagi bila didukung oleh sikap orangtuanya. Kepercayaan dirinya akan turut tumbuh. Jika kita sebagai orangtua sudah memberi arahan yang benar pada putra-putri Anda, maka Anda tak perlu lagi khawatir bila kelak anak Anda ingin menjadi seorang “seniman”.

Tips merangsang imajinasi anak

Kunci untuk merangsang anak untuk mau belajar menggambar adalah komunikasi. Contoh, jika kita bepergian dengan anak ke suatu tempat, misalnya ke pasar, mall, restoran, supermarket, rekreasi ke tempat wisata, atau mungkin melintas di jalan tol, ajaklah anak untuk memperhatikan sesuatu.

Jika kita berada di supermarket, ajaklah anak untuk memperhatikan bentuk-bentuk rak, display barang-barang atau trolley. Atau, ajaklah mereka untuk memperhatikan orang yang antri di kasir. Jika kita berada di pasar, ajaklah mereka untuk memperhatikan kesibukan-kesibukan orang-orang yang berjual-beli.

Dalam hal visual, misalnya kita sedang berada di dalam kendaraan yang melaju di jalan tol, ajaklah anak untuk melihat jalan yang menyempit karena menjauh. Lihat pula benda-benda yang semakin menjauh akan semakin kecil, pohon-pohon dan mobil akan semakin mengecil karena semakin jauh dari kita. Hal ini melatih visual anak secara perspektif.


Di lain tempat seperti wisata ke pantai, ajaklah mereka memperhatikan bentuk pohon kelapa, perahu dan sebagainya. Atau kalau kita di pegunungan ajaklah untuk memperhatikan bentuk pohon cemara, gunung atau bukit dan sebagainya.

Memang kita bisa melakukan itu sambil menonton bersama mereka di depan televisi, hal itu pun boleh dilakukan. Namun, sesuatu yang akan lebih kuat berkesan dalam ingatan adalah melalui pengalaman langsung yang nyata. Saya percaya kita dapat melakukannya dengan mudah.

Selamat mencoba.
Read More ..

Fakta Anak Pemalu dan Penyebabnya

Anak ini senang sekali menyendiri dan melakukan sesuatu di dalam kamarnya,dan bahkan anak ini sangat cengeng sekali. Perasaan malu adalah perasaan gelisah yang dialami seseorang terhadap pandangan orang lain atas dirinya. Ada yang mengartikannya sebagai sesuatu yang “aneh”, “hati-hati”, “curiga” dan sebagainya.


Pada umumnya sejak lahir manusia telah memiliki sedikit perasaan malu, namun bila perasaan itu telah berubah menjadi semacam rasa takut yang berlebihan, maka hal itu akan menjadi suatu fobia, yaitu takut mengalami tekanan dari orang lain atau takut menghadapi masyarakat. Anak yang pemalu selalu menghindar dari keramaian dan tidak dapat secara aktif bergaul dengan temannya yang lain.
Guru tidak mudah mengetahui apakah muridnya seorang pemalu, sebab pada umumnya mereka tidak suka berbuat kegaduhan atau masalah. Sifat pemalu dapat menjadi masalah yang cukup serius sebab akan menghambat kehidupan anak, misalnya dalam pergaulan, pertumbuhan harga diri, belajar, dan penyesuaian diri. Umumnya ciri anak pemalu ialah terlalu sensitif, ragu-ragu, terisolir, murung, dan juga sulit bergaul. Jadi mereka perlu diberi bantuan.

PENYEBAB MASALAH

1. Unsur Keturunan
Hal ini merupakan faktor yang tidak langsung dan belum pasti. Sejak lahir anak tersebut terlihat agak sensitif dan kemungkinan hal itu terjadi karena pembawaan saat ibu yang ketika sedang mengandung mengalami tekanan jiwa maupun fisik. Namun ini juga belum dapat menjadi suatu bukti yang kuat apakah kelak anak yang sensitif itu akan menjadi seorang pemalu.

2. Masa Kanak-kanak Kurang Gembira
Ada sebagian anak yang mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan pada masa kanak-kanaknya. Misalnya orangtua sering berpindah- pindah, orangtua bercerai, orangtua meninggal, dipaksa pindah sekolah atau dihina oleh teman dan sebagainya. Semua pengalaman itu mengakibatkan terganggunya hubungan sosial mereka dengan lingkungan, suka menghindar atau mundur, dan tidak berani bergaul dengan orang yang tidak dikenal.

3. Kurang Bermasyarakat
Sifat pemalu akan terjadi bila anak hidup dengan latar belakang di mana ia diabaikan oleh orangtuanya, atau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mengasingkan diri, terlalu dikekang sehingga mereka tidak dapat mengalami hubungan sosial yang normal dengan masyarakat.

4. Perasaan Rendah Diri
Mungkin perasaan malu itu timbul karena anak bertubuh pendek, bersikap kaku atau punya kebiasaan yang jelek, lalu berusaha untuk menutupinya dengan cara menyendiri atau menghindari pergaulan dengan orang lain. Karena kurang rasa percaya diri dan beranggapan dirinya tidak sebanding dengan orang lain, ia tidak suka memperlihatkan diri di keramaian.

5. Pandangan Orang Lain
Banyak anak yang menjadi pemalu karena pandangan orang lain yang telah merasuk ke dalam dirinya sejak kecil. Mungkin orang dewasa sering mengatakan bahwa ia pemalu, bahkan guru dan teman-teman juga berpendapat sama, sehingga akhirnya ia benar-benar menjadi seorang pemalu.


Karena dari beberapa agan yang menanyakan bagaimana solusinya, ane tambahkan....Bagaimana seh caranya mendorong anak pemalu menjadi PeDe:

1. Kontak mata
Ketika berbicara dengan anak, minta ia selalu untuk menatap mata Anda. Dengan memaksa dan menerapkannya setiap waktu, lambat laun anak akan terbiasa melakukan kontak mata dengan lawan bicara.

Jika anak tidak merasa nyaman menatap tepat di mata lawan bicara, ajarkan ia untuk menatap puncak hidung di antara kedua mata orang di hadapannya. Dengan praktik berulang kali, anak tidak akan memerlukan teknik ini lagi dan lebih percaya diri untuk menatap langsung mata lawan bicaranya.

2. Melatih percakapan
Buat daftar berisi kalimat pembuka percakapan yang mudah digunakan anak untuk bercakap-cakap dengan berbagai kelompok orang, misalnya orang yang telah dikenalnya, orang dewasa yang belum pernah ditemuinya, teman lama yang jarang dijumpainya, anak baru di sekolah, atau anak yang sering bermain dengannya di taman bermain.

Setelah itu, ajak anak berlatih menggunakan kalimat-kalimat tersebut sampai merasa terbiasa dan nyaman mengucapkannya. Salah satu trik yang dapat digunakan adalah mempraktikkan perbincangan via telepon dengan pendengar suportif di ujung lain. Dengan demikian, anak tidak akan merasa setertekan seperti jika melakukan pembicaraan tatap muka.

3. Berlatih sosialisasi
Siapkan anak untuk menghadiri acara sosial yang akan segera diselenggarakan dengan menjelaskan latar, ekspektasi, serta para hadirin yang kira-kira datang ke acara itu. Kemudian, bantu anak berlatih bagaimana cara bertemu orang lain, tata krama di meja makan, keterampilan dasar berbicara, dan bagaimana cara mengucapkan salam perpisahan dengan anggun.

4. Lawan berlatih
Philip Zimbardo, yang terkenal sebagai pakar mengatasi rasa malu, merekomendasikan untuk memasangkan anak pemalu dengan anak yang lebih muda darinya untuk berlatih dalam periode singkat. Ciptakan kesempatan bagi anak untuk bermain dengan anak lain yang lebih muda darinya, misalnya adik, sepupu, anak tetangga, atau salah satu anak kenalan Anda.

Jika anak yang pemalu berusia remaja, coba menyuruhnya mengasuh anak kecil untuk mempraktikkan keahlian bersosialisasi yang enggan dipraktikkannya dengan anak-anak seusianya.

5. Satu lawan satu
Dr. Fred Frankel, seorang psikolog dan pembentuk Program Pelatihan Kemampuan Bersosialisasi UCLA, menyarankan permainan satu lawan satu sebagai cara terbaik bagi anak untuk membangun rasa percaya diri.

Dorong anak mengundang seorang temannya untuk bermain bersama selama beberapa jam hingga saling mengenal dan mempraktikkan keahlian berteman. Sediakan makanan kecil sebagai camilan dan cegah interupsi sedapat mungkin dari aktivitas mereka. Jangan izinkan anak menyalakan televisi selama sesi bermain tersebut.

Read More ..

Kamis, 04 November 2010

makalah kampung ilmu



BAB I
A.  Nilai PKL Buku Jalan Semarang
Disadari oleh berbagai pihak bahwa untuk menjadi bangsa yang maju dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sedangkan sosok manusia yang berkualitas dapat diraih melalui pendidikan, baik melalui pendidikan formal atau non formal. 
Salah satu cara pembelajaran  adalah dengan membaca. Dengan membaca baik buku atau studi di lapangan keduanya sangat penting peranannya dalam membangun manusia Indonesia. Dalam konteks  kali ini , buku adalah bagian penting dalam proses pembangunan masyarakat Indonesia.
Mahalnya buku baru yang beredar di masyarakat menjadi salah satu hambatan dalam mengakses informasi dan  menggali pengetahuan .  khususnya untuk masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.  Tidak meratanya kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dalam masyarakat dapat mengganggu tujuan dari bangsa ini.
Maka alternatif pengganti buku baru,yaitu keberadaan buku bekas. Buku bekas dirasa mampu dibeli oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah karena harga yang yang terjangkau. Sehingga keberadaan buku – buku bekas memiliki nilai bagi kelompok penggunanya. Selain itu di kampung ilmu juga terdapat buku – buku koleksi lama yang tidak / jarang dijual di toko – toko buku.
Tak bisa dipungkiri keberadaan pedagang buku -  buku bekas sangatlah dicari oleh masyarakat. Keberadaan kampung ilmu yang terletak dijalan semarang Surabaya,menjadi solusi  dalam menyediakan buku – buku berkualitas dengan harga terjangkau.

B.   Sejarah Pedagang Kaki Lima Jalan Semarang
Berbicara kampoeng ilmu tentu tidak lepas tentang berdirinya toko buku bekas diarea jalan semarang terletak ±45 meter dari stasiun Pasar Turi, area yang menjadi cikal bakal icon perdagangan buku bekas di Surabaya ini sudah melewati tiga generasi.

Tempat ini menjadi sangat strategis dan menjadi pilihan utama bagi pedagang buku, pasalnya :
a.     Rombong-rombong buku ini berdiri berhadapan langsung dengan usaha pembuatan kusen serta penjualan mebeul yang juga memiliki sejarah dan nama besar di dunia perkusenan Jl. Semarang.
b.    Sementara dibelakangnya berdiri megah ruko yang menjual dan menyediakan berbagai jenis onderdil serta mesin berkualitas dan ada pula beberapa bank.
c.     Dari Kota lain seperti Gresik, Lamongan Tuban dan Bojonegoro dengan hanya Rp.2000,- bersama Kereta Rangkaian Diesel (KRD) pada jam 07.00 pagi sudah berada di Jl. Semarang.
d.    Sementara Pelanggan yang datang dari Banyuwangi sampai Tulung Agung naik Kereta Api pada jam yang sama sudah berada di Stasiun Semut. Dengan berjalan kaki sambil menyambangi Tugu Pahlawan dalam waktu 5 menit sudah berada di Jl. Semarang.
e.     Masyarakat ada kalanya takut naik Sepur, mereka lebih memilih naik bus. Dari Terminal Bungu Asih naik Bus Kota jurusan Jembatan Merah kurang lebih 1 jam perjalanan sudah berada di pasar buku Jl. Semarang.

Generasi pertama penjualan buku bekas di Surabaya sudah dimulai semenjak tahun 1972-1982. Dengan jumlah yang masih minim dan hanya menjual majalah bekas, pada tahun 1982 kedelapan stand generasi pertama akhirnya berakhir dengan relokasi diarea pasar Blauran karena dikejar-kejar aparat keamanan dengan dalih penertiban demi keindahan kota.

Tahun 1990 muncul kemabali generasi kedua, pedagang buku yang mengambil posisi di lokasi lama. Generasi kedua ini mampu bertahan sampai pada tahun 1998, yang akhirnya juga direlokasi dan digabung dengan pedagang buku lain diPasar Baluran.

Memasuki krisi moneter tahun 1999, generasi ketiga pedagang buku lahir kembali dilokasi lama dan bertahan hingga saat ini. Meskipun demikian para pedagang digolongkan menjadi dua jenis yang pertama yang memilki stand berupa toko dan yang kedua adalah ala pedagang kaki lima yang berjualan dipinggi-pinggir jalan Semarang. Di era generasi ketiga ini lahir paguyuban yang mewadahi para pedagang tersebut, bernama Serikat Pedagang Kaki Lima Bubutan Surabaya (SPKLB-Surabaya). SPKLB inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya kampong ilmu.

















BAB II
A.  PRA RELOKASI
Sejak diberlakukanya Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor : 17 Tahun 2003 tentang pengembalian fungsi jalan, jembatan dan trotoar, Perda ini berdampak pada hilangnya mata pencaharian sebagian masyarakat Kota. Karena Perda ini dimaksudkan untuk mengobrak-abrik lahan usaha seluruh PK 5 se Surabaya. Dan hampir seluruh PK 5 mengetahui maksud Perda ini, tetapi langkah kongkrit mengantisipasi musim Gusuran ini belum diketahui.
Obrolan ini terjadi setahun sebelum gusuran PK5  Buku Jl. Semarang dilakukan. Beraneka ragam ungkapan yag diobrolkan, diantaranya tentang buku dan manfaatnya, tidak tersedianya lahan baru untuk merelokasi korban penggusuran terutama pada PK5 buku dan lainnya. Rombong berukuran 2 m X 2,5 m dan didirikan berjajar sampai simpang tiga Jl. Raden Saleh depan Stasiun Pasar Turi Surabaya ini tidak lama lagi akan dimusnahkan. Secara swadaya, pedagang kampung ilmu mengonsep format baru tempat berjuala. Tetapi tidak harus mengganggu parkir ruko dan tidak pula diatas trotoar bahkan bila desain ini terlaksana akan diberi nama Kampoeng Ilmu.
Belumlah desain itu selesai secara maksimal, tetapi sudah tergambar bahwa lokasi diatur dalam dua lantai terdiri lantai dasar untuk parker ruko dan dilantai atas untuk jualan buku. Tetapi tiba-tiba tanggal 14 Maret 2008 datang surat Camat Bubutan Surabaya Nomor : 050/177/436.9.2/2008 tanggal 14 Maret 2008 tentang penertiban Lokasi PK5 Buku Jl. Semarang dan ditentukan hingga tanggal 21 Maret 2008 harus dalam keadaan kosong. Dan selanjutnya agar PK5 mencari sendiri tempat usaha yang baru.
B.   PADA HARI ”H”
Menggusur Buku Bekas dan Pedagangnya sangat berbeda dibanding meng obrak-abrik ditempat lainya. Persoalanya ada pada manfaat yang diperoleh dari buku itu sendiri, disamping dapat menambah wawasan juga dapat menumbuh kembangkan minat baca masyarakat, yang mestinya ini dapat dijadikan kebutuhan dan milik bersama tidak peduli buku itu baru atau bekas yang penting layak dibaca, lengkap dan harganyapun dapat dijangkau untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan membaca buku serta mendukung upaya Pemerintah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Menghapus Kebodohan dan Memusnahkan Buta Huruf  dari Kota Pahlawan ini. Karenanya hanya ada satu pilihan “Aksi atau Bodoh”. Segala persiapan mulai dari penulisan spanduk, bendera dan yang lainya dilakukan dengan semangat membara.
tanggal 31 Maret 2008 peserta aksi terdiri dari Pedagang buku, LMND, SRMI dan Komunitas Pecinta buku lainya mempersiapkan keberangkatan, beberapa diantara mereka ada yang meminta dukungan melalui tanda tangan di atas kain putih sepanjang 100 meter dan selama kurang lebih 3 jam dukungan  dimaksud terkumpul lebih dari 2.000 tanda tangan (kain yang telah ditanda tangani ini diserahkan kepada Pemerintah Kota Surabaya melalui Asisten I Bidang Pemerintahan) kemudian peserta aksi bergerak menuju Kantor Wali Kota dengan berjalan kaki.
Sesuai kesepakatan saat melakukan aksi tanggal 31 Maret 2008 dan atas perintah Asisten I agar Pedagang Buku Jl. Semarang mengirimkamkan 3 orang utusan untuk menerima hasil keputusan Rapat antar Instansi bersama Wali Kota Surabaya. Hasil Keputusan rapat Antar Instansi Terkait Bersama Wali Kota Surabaya tanggal 01 April 2008 :
1.              Bahwa untuk menjaga dan melestarikan Jl. Semarang sebagai Icon Buku Bekas Kota Surabaya.
2.              Bahwa untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan mengembalikan fungsi jalan dan trotoar.
3.              Bahwa sesuai Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor : 17 Tahun 2003.
4.              Bahwa untuk itu perlu dilakukan penertiban terhadap PKL buku Jl. Semarang dan dipindahkan di Tanah Eks Dinas Pekerjaan Umum ( DPU) Milik Pemerintah Kota Surabaya terletak di Jl. Semarang No. 55 RT.08 RW.07 Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan Kota Surabaya.
5.              Bahwa untuk memudahkan relokasi ini ditugaskan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mempersiapkan Lahan dimaksud sampai selesai.
6.              Bahwa selama proses persiapan, kepada Dinas atau instasi yang berkepentingan untuk itu tidak berhak melakukan penggusuran terhadap PKL Buku Jl. Semarang.
7.              Bahwa dalam kurun waktu 7 hari, selanjutnya diperintahkan kepada PKL Buku Jl. Semerang untuk menempati Lokasi tersebut dan tidak dibenarkan menempati kembali tempat asalnya.
8.              Hal-hal yang berkenaan dengan tanah tersebut termasuk Surat Perintah Menempati Lokasi tersebut  akan diselesaikan kemudian.
C.  PASCA HASIL KEPUTUSAN RAPAT WALIKOTA
pada hari Rabu tanggal 09 April 2008 Keluarga Besar Penghuni Kampoeng Ilmu mengadakan syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng serta k kerja bakti saat menempati lahan baru, meskipun disana sini tampak semak dan belukar serta pecahan beton cor yang berserakan dan tumpukan sampah yang menggunung,
Tahun pertama berdiri omzet kampung ilmu mengalami penurunan drastis, banyak sekali pedagang yang mengeluh. Hal ini disebabkan tempat relokasi yang kurang mendukung, yang mana lokasi tersebut eks tempat pembuangan sampah. Hampir selama 1 tahun berjalan, pedagang memilki omset yang pasti












BAB III
  1. KONSEP WISATA PENDIDIKAN
Sebuah pasar dengan konsep bisnis adalah hal yang klasik yang kita semua ketahui. Tetapi sebuah pasar dengan konsep bisnis namun berwawasan social adalah terobosan baru dalam pembangunan kota Surabaya, baik secara sector ekonomi ataupun social. Dari isi ekonomi, adanya kampung ilmu ini secara otomatis akan mengurangi tingkat pengangguran  di kota Surabaya yang pastinya akan mengurangi beban dari pemerintah kota dalam kaitan pengentasan kemiskinan. Dari sudut social, keberadaan kampung ilmu memberikan banyak program – progam pendidikan non formal
gagasan yang cukup mendapat tantangan sebelumnya, karena hal tersbut mendapatkan resistensi dari pemerintah kota terkait konsep yang jelas terkait pembangunan area pedagang buku .
Ide wisata pendidikan  ini muncul semenjak  relokasi pedagang buku jalan semarang ke area kampong ilmu. Berangkat dari kepedulian pedagang terhadap kesempatan masyarakat yang tidak merata dalam hal pendidikan. Sehingga secara swadaya, pedagang – pedagang yang tergabung  dalam Serikat Pedagang Kaki Lima Bubutan Surabaya (SPKLB-Surabaya)
Realisasi wisata pendidikan ini sudah di wujudkan dengan pembangunan kolam renang dan pendopo sederhana yang dibangun dengan dana swadaya pedagang. Yang jumlahnya Rp. 40.000/pedagang. Hadirnya pendopo yang digunakan sebagai tempat diadakannya forum diskusi, acara – acara social yang diadakan kampung ilmu. Sedangkan kolam renang sendiri adalah wujud dari kepedulian pedagang – pedagang terhadap kurangnya fasilitas – fasilitas hiburan yang murah. Dengan adanya fasilitas tersebut pengunjung tidak hanya bisa berbelanja saja tetapi bisa sekadar bersantai didalam pendopo dan anak – anak bisa bermain dikolam renang.
  1. KAMPUNG ILMU SEBAGAI PENYEDIA BUKU
Seperti yang telah dituliskan diawal – awal bahwa nilai dari sebuah buku sangatlah penting dalam konteks pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu ketersediaan buku – buku murah mutlak diperlukan. Khususnya untuk wilayah Surabaya san sekitarnya.. 
Walikota dan wakil walikota kota Surabaya yang baru sendiri mengakui bahwasannya keberadaan pedagang buku murah memiliki peran penting dalam menciptakan pemimpin – pemimpin baru.
Koleksi buku – buku di kampung ilmu  sebenarnya tak hanya berupa buku bekas saja, bahkan ada buku – buku terbaru. Buku – buku tersebut didapatkan dari penerbit penerbit dari bandung, yogakarta yang notabene  penerbit – penerbit tersebut juga sudah memasukkan ke toko – toko buku besar. Selain itu pula ada juga yang memproduksi sendiri . seperti buku – buku RPAL, RPUL, Kamus, Peta Atlas dsb.
Teknis penjualan buku – buku dikampung ilmu adalah dengan tawar menawar. Teknik di pilih karena dengan tawar menawar terjadi interaksi langsung antar pedagang dengan pembeli. Kepandaian konsumen dalam menawar harga mutlak dibutuhkan. Sebagai acuan dalam membeli buku di kampong ilmu berasumsi membeli buku tulis. Buku yang hendak dibeli disamakan ketebalannya dengan berapa kali ketebalan buku tulis, yang mana buku tulis tersebut berharga sekian rupiah dan mengalikannya
Margin yang diterima oleh pedagang dari penjualan buku baru 3000 – 5000 rupiah untuk setiap buku baru . Mengingat memang pedagang kampung ilmu lebih mengutamakan harga terjangkau dari pada orientasi profit semata. Pedagang – pedagang di kampung ilmu secara keseluruhan menyadari bahwa kalau harga buku mahal, kalangan masyarakat ekonomi lemah akan terkena dampak tersebut dan dengan cara bagaimana lagi mereka mendapatkan pengetahuan dengan harga yang murah .
  1. STRATEGI KAMPUNG ILMU
Konsep pasar yang lama dimana hanya, dianggap kurang menjawab permasalahan lapangan.sebab pola komunikasi nya masih dari atas kebawah (vertical). Padahal persaingan sudah menjadi hal yang pasti dalam dunia usaha. Pada tahun 2008  lalu seorang penulis buku tentang pemasaran yang terkenal mengatakan bahwa sekarang era pasar yang sudah mendatar, jarak antara antara pemasar dan konsumen sudah semakain mendekat. Oleh karena itu Pemasar harus mengerti betul kemauan konsumen. Model komunikasi vertical sudah kurang memberikan nilai bagi konsumen .
Kampung ilmu sudah memiliki konsep tersebut sebelumnya. Implementasi tersebut sudah diwujudkan dalam program – program yang diadakan, antara lain bidang pendidikan seperti mengadakan seminar dengan mendatangkan hermawan kertajaya sebagai pembicaranya, kursus bahasa inggris yang dibantu pihak yayasan pendidikan st. Louis. Bidang social mengadakan acara sunatan masal.
Setelah dua tahun berlalu kampung ilmu sudah mulai dikenal kembali oleh masyarakat. Omset pedagang mengalami kenaikan sedikit demi sedikit. Hal ini tidak lepas dari suksesnya “promosi” kampung ilmu melalui media cetak dan radio. Yang mana keberadaannya tidak begitu terdengar pasca terkena relokasi
  1. KAMPUNG ILMU DALAM PERKEMBANGANNYA
Suatu tujuan yang mulia dari pedagang di kampung ilmu adalah bagaimana merubah image kota Surabaya yang lebih identik dengan lokalisainya yang notabene terbesar seasia tenggara bergeser menjadi kota pendidikan dengan kampung ilmu menjadi bagian didalamnya didalamnya perlu peran serta dari pemerintah kota, masyarakat kota Surabaya
Selain itu juga. Kampong ilmu sendiri dihadapkan dengan realita masyarakat indonesia yang masih minim minat bacanya. Dalam upaya meningkatkan  minat baca masyarakat kampong ilmu dibantu oleh LSM. Karena sangat pentingnya kampoeng ilmu yang menjadi pasar buku bekas terbesar di Indonesia yang terletak Surabaya ini, maka banyak Lembaga Masyarakat (LKM) yang ingin menaungi dan mendampingi kampoeng ilmu agar masyarakat lebih berminat untuk berkunjung dan membeli buku yang dijual disana.
Untuk meningkatkan gemar membaca, hal pertama adalah berawal dari diri sendiri. Selain itu juga harus didukung keluarga dan lingkungan sekitar serta pemerintah. Untuk itu masyarakat Surabaya mendeklarasikan gerakan Surabaya Bangkit Membaca di Kampung Ilmu, Jalan Semarang Surabaya. Koordinator Kampung Ilmu, Budi Santoso, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengikis angka buta huruf dan meninkatkan gemar membaca di Surabaya. Gerakan Surabaya Bangkit Membaca kali ini, menurut dia, juga  telah melantik 1.000 kader baca yang akan disebar di sejumlah sudut-sudut tempat baca di Kota Surabaya. Sudut-sudut  tempat baca tersebut meliputi balai RT/RW masing-masing kelurahan, posyandu, puskesmas dan tempat-tempat umum lain. acara tersebut didukung oleh beberapa elemen masyarakat meliputi Dewan Kota, Insan Baca, Sapu Lidi, Kubaca, LMDN dan lainya.
Selain itu ada sepuluh elemen lain yang tergabung dalam deklarasi kemarin. Antara lain, Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Peguyuban Marga Tionghoa Surabaya, Kubaca, Kawan Baca, Insan Baca, Dewan Pendidikan, dan Dewan Kota. Juga, mahasiswa ITS, Unair, dan Unesa.
Sepuluh organisasi yang dikomandani Forum Baca Tulis, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, serta Persatuan Perempuan Peduli Pendidikan Indonesia, akan mensosialisasikan lokasi wisata baca tersebut. Pengamat masalah pendidikan, Daniel Rosyid, berharap tempat ini mengubah kebiasaan masyarakat dan menjadikan minat membaca dari kebutuhan sekunder menjadi primer.
Gerakan untuk membangkitkan minat baca terus dilakukan. Setelah bareng-bareng membaca di Taman Flora beberapa waktu lalu, 20 Mei 2008  pelantikan kader baca ini yang bersamaan dengan deklarasi Surabaya Bangkit Membaca. Pada nantinya diteruskan dengan pelatihan-pelatihan yang bersifat intelektual supaya minat baca tak kendur. Deklarasi tersebut sekaligus menandai peringatan seabad Kebangkitan Nasional.
Untuk saat kampong ilmu masih dalam proses pembangunan area lokasi. Pembangunan infrastruktur sendiri dikampung ilmu memang dilakukan secara bertahap. Diantara pembangunan gedung tempat berjualan yang berlantai dua dan sebuah pendopo yang nantinya berfungsi sebagai perpustakaan. Yang mana perpustakaan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mencari buku tapi tidak memiliki dana untuk membeli buku.  Secara umum kampong ilmu memiliki gambaran untuk menjadi pasar buku yang modern. Seperti yang ada di kota yogyakarta dan bandung . Yaitu mulai dari tempat hingga wacana penggunaan teknoligi informasi
KESIMPULAN DAN SARAN
Secara umum kampong ilmu sudah bergerak kearah yang lebih baik, kepedulian terhadap pendidikan serta kota Surabaya . Dukungan dari pemerintah dalam hal membangun infrastruktur kampong ilmu sangat penting. Untuk saat ini kampong ilmu adalah embrio pasar berjiwa social. Ke depan kampong ilmu sudah memilki gambaran untuk menjadi toko buku yang lebih professional. Dari awalnya yang menjadi pemandangan yang kurang begitu indah dipinggir jalan, kampong ilmu berusaha mengubah stigma tersebut. Dan dalam 2 tahun omset sudah pulih dibandingkan dengan 2 generasi yang sebelumnya yang membutuhkan waktu lebih dari 3 tahun untuk memulihkan penjualan. Sebuah tanda yang lebih baik dengan adanya konsep yang jelas dan dukungan dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat serta pemerintah kampong ilmu diharapkan oleh penulis menjadi contoh PKL mandiri yang ada di Surabaya.







Read More ..