Senin, 11 April 2011

Karakter Seseorang Berdasarkan Posisi Tidur

Karakter Seseorang Berdasarkan Posisi Tidur
Quote:
Quote:
1. Fetal
Spoiler for FETAL:

Posisi ini menempati posisi tertinggi dengan 41 persen responden mengatakan, mereka menggunakan posisi ini saat tidur. Orang yang tidur dengan posisi ini tidur dengan meringkuk, seperti bayi yang berada di dalam rahim. Umumnya tidur di salah satu sisi tubuh, kedua kaki menekuk dekat dengan perut. Kedua tangan menekuk di depan tubuh. Kepribadian orang yang tidur dengan posisi ini umumnya terlihat tangguh di luar, tapi sebenarnya sensitif di dalamnya, juga pemalu. Tipe ini juga mudah dan cepat relaks, tidak terlalu lama memusingkan masalah.

2. Log atau seperti balok kayu
Spoiler for Log atau seperti balok kayu:

Sebanyak 15 persen responden penelitian ini mengatakan tidur dengan posisi ini. Layaknya balok kayu, posisi tubuh tipe log umumnya tidur dengan menumpu pada salah satu sisi tubuh, kaki dan tangan lurus, tidak tertekuk. Orang yang tipe tidurnya seperti ini ditengarai memiliki kepribadian yang santai dan mudah bersosialisasi. Amat mudah percaya kepada orang asing. Namun, sayangnya kadang mudah tertipu oleh janji orang lain.

3. Yearner atau perindu
Spoiler for Yearner atau perindu:

Selayaknya orang yang ingin memeluk, tipe yearner tidur dengan menumpu salah satu sisi tubuh, kaki lurus tak tertekuk, namun tangan seperti ingin menggapai. Lengan tergeletak lurus, seperti ingin menggapai. Tipe seperti ini biasanya memiliki kepribadian yang terbuka, namun tetap memiliki sikap sinis dan mudah curiga. Tipe ini juga lamban dalam mencapai keputusan dan sulit untuk mengubah pendirian dan pendapatnya.

4. Prajurit
Spoiler for Prajurit:

Posisi ini menempati posisi keempat. Seperti prajurit yang selalu berada dalam keadaan siap siaga, posisi prajurit merupakan posisi orang yang tidur dengan keadaan rapi. Tubuh dalam keadaan telentang, kedua kaki dalam keadaan lurus, masing-masing lengan berada di sisi tubuh, juga lurus. Biasanya, orang yang tidur dengan tubuh ini adalah orang yang pendiam dan pemalu, tidak menyukai keributan. Tipe ini juga memiliki standar penilaian yang tinggi.

5. Freefaller
Spoiler for Freefaller:

Sebanyak 7 persen responden penelitian ini mengatakan tidur dengan posisi ini. Posisi ini tidur dengan keadaan tengkurap. Biasanya, orang dengan tipe posisi tidur ini cenderung ceroboh, tergapah-gopoh, juga sensitif, namun memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi. Sayangnya, sulit untuk menerima kritik.

6. Bintang laut
Spoiler for Bintang laut:

Untuk mereka yang tidur dengan posisi kedua lengan tertekuk dan ditempatkan di sisi kepala, mereka ditengarai memiliki kepribadian sosial yang tinggi. Biasanya, mereka yang tidur dengan posisi yang dimiliki 5 persen para responden ini memiliki kepribadian yang mudah berteman. Siap untuk mendengarkan orang lain dan mudah menawarkan bantuan. Tipe ini pun memiliki sifat yang rendah hati, karenanya tak terlalu menyukai menjadi pusat perhatian.
Namun, para peneliti ini juga mengingatkan, seperti apa pun posisi tidur Anda, yang terpenting adalah bahwa Anda mendapatkan cukup waktu tidur, juga tidur dengan nyenyak. Kekurangan tidur dan masalah tidur lain bisa menimbulkan masalah pada kesehatan.
Read More ..

6 Gaya Kepemimpinan

6 Gaya Kepemimpinan

Oleh : Kriswandaru ES, M.Psi, Psikolog

Masalah kepemimpinan (leadership) adalah masalah yang banyak dibahas beberapa dekade ini. Ada beberapa orang yang memang memiliki bakat kepemimpinan, namun ada beberapa orang yang mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang dimilikinya. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh para manager atau para pemimpin, sering kali merupakan fungsi atau bagian dari kepribadian mereka sendiri. Maka dari itu cenderung para pemimpin mempunyai gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kepribadian mereka. Dan seringkali gaya kepemimpinan yang digunakan hanya satu atau beberapa saja dan digunakan untuk semua aspek permasalahan yang dihadapi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemimpin yang sukses atau berhasil adalah pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi meliputi menerima, menilai, mengelola serta mengontrol emosi yang ada dalam dirinya sendiri dan orang lain disekitarnya. Selain itu pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak hanya memakai satu gaya kepemimpinan saja, melainkan menggunakan beberapa gaya kepemimpinan dan memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan dengan kasus atau situasi yang dihadapi.



Daniel Goleman, Richard Boyatzis dan Annie McKnee dalam buku “Primal Leadership: Realizing the Power of Emotional Intelligence” menggambarkan adanya 6 gaya kepemimpinan yang berpengaruh pada emosi para pengikutnya. Kita tahu bersama bahwa Daniel Goleman adalah seorang penulis yang menulis buku tentang kecerdasan emosional (EQ). Di dalam buku Primal Leadership, masalah kepemimpinan dan emosi akan di kaitkan. Disini akan dibahas mengenai 6 gaya kepemimpinan yang dimaksudkan.



1. The visionary leader

Pemimpin dengan gaya ini bergerak dengan mengajak orang lain untuk mencapai visi, pemimpin akan menunjukkan arah kemana harus pergi. Visi yang diberikan akan membuat para pengikutnya termotivasi untuk mencapai visi yang diberikan. Pemimpin visioner akan berdiri di depan dan mengajak orang lain untuk berkontribusi dalam pencapaian visi. Gaya kepemimpinan ini sangat cocok diterapkan pada organisasi yang sedang berubah atau berkembang.

2. The coaching leader

Pemimpin dengan tipe ini akan mencoba mencari kelebihan dan kelemahan dari pengikut mereka dan berusaha untuk mengembangkannya. Kelebihan dan kelemahan yang dimiliki dari para pengikut akan dicoba untuk dibenahi dan dibantu untuk dapat lebih berkembang. Pemimpin tipe ini akan lebih banyak melakukan delegasi dan memantau atau membimbing orang lain. Mereka akan mendengarkan kendala atau masalah yang dihadapi oleh pengikut dan kemudian memberi masukan-masukan. Mereka akan memberitahukan mana yang salah dan mana yang benar dari yang dilakukan anak buahnya. Gaya ini cocok bila untuk membangun organisasi yang ingin terus berkembang.

3. The affiliative leader

Tipe ini lebih mengarah ke hubungan yang baik antara atasan dan pengikut. Pemimpin dengan tipe ini akan mendorong anak buah dengan membangun hubungan yang baik. Apabila terjadi perpecahan atau konflik maka akan diselesaikan dengan baik. Gaya ini cocok digunakan ketika anggota tim mengalami perpecahan atau masalah. Pemimpin akan turun dan ‘mengharmoniskan’ kembali.

4. The democratic leader

Pemimpin demokratis adalah pemimpin yang mau mendengarkan dan menerima masukan dari pengikut. Pemimpin tipe ini akan sangat menghargai masukan-masukan dari pihak lain. Dengan didengarkan, maka para pengikut akan merasa dihargai dan mereka akan memberikan kontribusi maupun loyalitas yang lebih tinggi. Kelemahan tipe ini adalah bila banyak mendengarkan namun tidak ada tindakan nyata yang dilakukan, hal ini akan mengakibatkan penurunan rasa loyalitas dari orang lain. Gaya kepemimpinan demokratis dibutuhkan ketika dibutuhkan masukan-masukan atau ide-ide dari pengikut.

5. The pace-setting leader

Pemimpin dengan tipe ini akan menetapkan standart yang tinggi pada pengikut mereka. Mereka memberikan tantangan dan mengharapkan hasil yang tinggi. Walaupun memberikan standart yang tinggi, namun bimbingan dari pemimpin sedikit dilakukan. Terkadang bila diperlukan pemimpin dengan gaya ini akan terun dan memberikan contoh dan menuntut pengikutnya untuk bisa melakukan apa yang dilakukannya. Gaya kepemimpinan ini cocok untuk anggota tim yang memiliki motivasi yang tinggi dan kompetensi yang tinggi. Namun jika diterapkan dengan anggota tim yang memiliki motivasi dan kompetensi yang rendah maka akan menghasilkan kinerja yang sangat buruk.

6. The commanding leader

Gaya ini memberikan arah, perintah dan komando yang jelas dan tegas. Pemimpin akan memberikan kontrol yang ketat pada pengikut supaya mereka melakukan apa yang diperintahkan. Gaya ini cocok diterapkan pada pengikut yang ‘bandel’. Selain itu, gaya ini cocok dilakukan pada saat mengalami masa kritis dan membutuhkan tindakan yang cepat.


Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang fleksibel dengan gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan haruslah disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Untuk itu dibutuhkan kemampuan dalam mengelola kecerdasan emosi. (KES)


Sumber: aletheia-consultant.com
Read More ..

Tips n Trick Berbicara di Depan Umum

Bosan menjadi seorang yang pasif dan ingin lebih percaya diri di depan banyak orang? Mulailah memperkaya dan membangun rasa percaya diri! Anda bisa mulai mencoba trik berikut!



Tahukah Anda, tak semua orang yang saat ini berhasil menjadi pembicara atau pelaku presentasi di muka umum adalah orang yang terlahir dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sebagian dari mereka juga kerap dilanda “demam panggung” ketika harus menjadi pusat perhatian di dalam suatu komunitas.

Ya, demam panggung memang bisa melanda siapa saja. Tak hanya seorang public speaker, karyawan biasa yang pada suatu ketika harus mengajukan usul dalam ruang rapat sekalipun bisa saja terserang demam panggung.

Ketika giliran harus menyuarakan pendapat, tiba-tiba hilang seluruh keberanian berikut rangkaian kata yang sudah disusun rapi dalam benak. Atau, saat harus menjelaskan usulan yang sedang dibahas, Anda kehilangan speech control. Bicara pun jadi tak fokus dan terkesan tak berujung pangkal.

Sesi berikutnya, Anda pun ditinggal audiens yang awalnya sudah siap mendengarkan penjelasan dari Anda. Nah, tak perlu putus asa bila kerap mengalami hal demikian! Ada banyak trik yang bisa dilakukan agar rasa percaya diri Anda tumbuh ketika berbicara di depan umum.

1 Jaga Kecepatan Bicara
Jaga laju berbicara agar tetap moderat. Jangan berbicara terlalu cepat. Orang akan sulit mengerti apa yang Anda bicarakan bila berbicara terlalu cepat. Kebanyakan pembicara yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan bicara perlahan, namun tak kehilangan fokus atau jadi membosankan.

2 Kembangkan Bahasa
Luangkan waktu untuk meningkatkan kemampuan kosa kata Anda. Jangan bicara berlebihan, terutama saat sedang melakukan presentasi. Bila kerap menggunakan kata-kata yang berlebihan akan membuat Anda terlihat kurang cerdas. Begitu pula bila kerap menggunakan banyak istilah dalam pilihan kata, hanya untuk membuat Anda tampak lebih berwibawa.

3 Gunakan Diafragma
Bicaralah melalui diafragma (rongga dada). Ini akan memberi Anda resonansi suara dan proyeksi.

4. Buka Tangan
Gunakan gestur (bahasa tubuh) membuka tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas. Ini akan memberi kesan Anda mengatakan, “Saya tak punya hal yang perlu disembunyikan. Saya hanya bicara yang sebenarnya!” Namun, jangan melakukannya berlebihan, karena akan mengganggu atau mengacaukan perhatian audiens Anda.

5. Pelihara Kontak Mata
Sementara Anda memaparkan pemikiran, sebaiknya lakukan dengan tetap memelihara kontak mata dengan semua lawan bicara Anda. Ini akan membuat Anda tak kehilangan fokus saat berbicara di muka umum.

6. Berdiri Tegak
Cobalah untuk tetap berdiri tegak setiap kali Anda memiliki kesempatan berbicara di depan umum. Jangan simpan tangan Anda dalam saku celana, dan jangan lupa untuk selalu menyunggingkan senyum terbaik, tanpa kesan dibuat-buat.

7. Buang Beberapa Kata
Kebiasaan mengatakan, “Eee…”, “Apa itu”, atau “Anu”, sebaiknya mulai Anda hilangkan saat berbicara di muka umum. Menggunakan frase atau kata-kata seperti ini akan membuat Anda terlihat tak percaya diri dan tidak profesional.

Nambahin dikit gan buat kecepatan bicara
Quote:
menurut dosen ane di mata kuliah public speaking and presentation :

klo kita bicara cepet, berarti apa yang didenger itu sangat cepet
klo kita bicara normal, berarti apa yang didenger itu cepet
klo kita bicara lambat, berarti apa yang didenger itu normal
Read More ..